
Vatica pauciflora
(Swamp resak, raru)
Vatica pauciflora merupakan tanaman perennial yang tingginya dapat mencapai 25 m. Biasa jenis ini tumbuh terutama di bioma tropis basah dan secara alami tersebar dari Indo-China selatan hingga Sumatra pada ketinggian 0-1500 mdpl. Daunnya berbentuk oval, pangkal daun cuneate, ujung daun acute, dan tata daun alternate spiral. Vatica pauciflora berperan penting dalam ekosistem sungai karena jumlahnya yang mendominasi. Selain itu kandungan pada kulit batangnya dapat menjadi antioksidan dan antidiabetes.
Author
Salsabila Nur’Aini
Flower Tree Diversity Specialist in SSRS Indonesia Biodiversity Hub
Gambar
IPB University, Bogor, West Java
PENAMAAN
Lokal
Resak rawang, resak laru, resak padang, raru (Sumatera)
Penemu
Pieter Willem Korthals, 1856
Nasional
Resak rawa
Internasional
Swamp resak, raru
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak dilindungi
IUCN Red List 2017
Vulnerable (VU)
Nasional, KLHK
Tidak ada
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
Kingdom
Plantae
Ordo
Malvales
Division
Streptophyta
Famili
Dipterocarpaceae
Kelas
Equisetopsida
Genus
Vatica
MORFOLOGI
Habitus
Tumbuhan pohon, terrestrial, perennial.
Batang
Batang silindris lurus. Tingginya dapat mencapai 25 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, ditutupi lumut dan lumut kerak.
Akar
Akar tunggang.
Daun
Daun tunggal, berbentuk atau oval; pangkal cuneate; ujung acute; tepi daun rata (entire), bidang tepi daun bergelombang; tipe pelekatan daun bertangkai (petiolate); susunan daun alternate spiral; warna helaian daun adaksial hijau mengkilap, abaksial hijau kekuningan kusam. Panjang helaian daun 8,7-16,5 cm, lebar 3,7-6,9 cm. Panjang ruas 1,5-2 cm. Tangkai daun tidak berbulu, geniculate (menekuk seperti lutut). Panjang tangkai daun 1,5 cm. Urat sekunder eucamptodromous, 6-9 pasang, panjang jarak 1,4-2,4 cm. Urat tersier scalariform, tegak lurus terhadap tulang daun utama.
KARAKTERISTIK HABITAT
Vatica pauciflora tumbuh terutama di bioma tropis basah dan secara alami tersebar dari Indo-China selatan hingga Sumatra. Spesies ini tersebar di tepi sungai, hutan rawa gambut, hutan pesisir, hutan dipterokarp perbukitan, dan hutan dipterokarp dataran rendah dan memiliki sebaran ekologis terluas menurut El-Taguri and Latiff (2016). Spesies Vatica biasanya tumbuh pada ketinggian 0-1500 m di atas permukaan laut (Purwaningsih 2004).
GEOGRAFIS HABITAT
Sumatera, Jawa, Kalimantan
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Vatica pauciflora telah tercatat sebagai salah satu spesies dominan dalam survei vegetasi tepi sungai yang berkontribusi pada struktur dan keanekaragaman komunitas tumbuhan tepi sungai (Titisari et al. 2025).
Nilai Sosial Budaya
–
Nilai Ekonomi
Vatica pauciflora memiliki kulit batang yang mengandung senyawa antioksidan, seperti pauciflorol, isovaticanol, pauciflorosida, dan lain-lain yang termasuk dalam kelompok oligomer resveratrol (Ito et al. 2003). Ia juga berpotensi sebagai agen antidiabetes karena Methoxy bergenin yang diekstrak dari kulit batang dapat menurunkan kadar gula darah dan berat badan dengan mengganggu proses pemecahan karbohidrat menjadi monosakarida, sehingga tidak dapat diserap oleh usus. Oleh karena itu, setelah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar gula darah tidak meningkat (Riris and Napitupulu 2017). Menurut Septiana et al. (2017), bukan hanya kulit batang yang dapat menghambat enzim α-glukosidase (enzim hidrolisis disakarida di usus halus), tetapi juga ekstrak air akar dan daun.
SUMBER
Gambar Utama: @sujo_ojo.ssbs
Scientific Information Database
Take your select

Species physiology DATABASE

Species
GEOHABITAT DATABASE

Species
genbank DATABASE

Species
biomass database

Species
biopharmaca database





Leave a Reply