
Termitomyces eurrhizus
Termitomyces eurrhizus merupakan jamur liar edible dari divisi Basidiomycota. Jamur ini bersimbiosis obligat dengan rayap. Dibeberapa wilayah, jamur ini memiliki nama lokal antara lain Jamur Barat, Jamur rayap, Jamur jizong besar, Jamur kaki ayam (kaki lembu), Jamur tanduk, dan Bassi. Secara turun menurun, jamur ini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan sebagai sumber pangan tradisional serta obat tradisional.
Author
Nurah Anggraeni
Fungi Diversity Specialist in SSRS Indonesia Biodiversity Hub
PENAMAAN
Lokal
Jamur Barat, Jamur rayap, Jamur jizong besar, Jamur kaki ayam (kaki lembu), Jamur tanduk dan Bassi.
Nasional
Jamur rayap
Internasional
Tidak ada
Sinonim
Agaricus eurrhizus
Armillaria eurrhiza
Mastoleucomyces eurhyzus
Collybia eurrhiza
Rajapa eurrhiza
Termitomyces poonensis
Termitomyces quilonensis
Termitomyces albiceps
Basionim
Agaricus eurrhizus
Penemu
Berk, 1847
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak ada
IUCN Red List 2019
Tidak ada
Nasional, KLHK
Tidak ada
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
Kingdom
Fungi
Ordo
Agaricales
Divisi
Basidiomycota
Famili
Lyophyllaceae
Kelas
Agaricomycetes
Genus
Termitomyces
MORFOLOGI
Tubuh Buah
Tubuh buah bertangkai-bertudung. Pileus berbentuk convex kemudian mendatar (flat) ketika matang. Pileus berwarna cokat muda, diameter pileus mencapai 16 cm dan dilengkapi umbo yang sedikit timbul berwarna lebih gelap daripada pileusnya. Permukaan pileus halus dengan margin membelah (split) seperti bunga. Stipe berbentuk cylindric, berukuran ±9 cm, dengan penempelan pada pileus di tengah (central). Himenofor berupa lamella, berwarna putih-krem dengan jarak antar lamella sangat rapat serta menempel pada stipe dengan jarak yang sempit (adnexed).
Tekstur
Berdaging.
Aroma
Beraroma khas.
Rasa
Umami, jika setelah dimasak.
Sifat hidup
Soliter atau berkelompok (sangat jarang).
STATUS KONSUMSI OLEH MANUSIA
Edible.
KARAKTERISTIK HABITAT
Naungan alami dari T. eurrhizus berasal dari gundukan tanah rayap (gundukan termitarium) setinggi 30-100 cm di hutan tropis sekunder (kondisi tanah lembab) yang umumnya ternaungi oleh pepohonan seperti pohon jati (Tectona grandis) serta berada pada lahan terbuka parsial. Jamur ini banyak ditemukan pada saat musim penghujan karena merupakan simbiosis obligat dengan rayap dari genus Macrotermes.
GEOGRAFIS HABITAT
Indonesia (hampir seluruh wilayah), Malaysia, Jepang, Cina, Tiongkok Selatan, sebagian Afrika, dan India.
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Jamur Termitomyces eurrhizus memiliki nilai ekologi penting dalam ekosistem hutan tropis karena berperan dalam proses dekomposisi bahan organik serta dalam hubungan simbiosis mutualistik dengan rayap dari genus Macrotermes. Dalam sistem ini, rayap mengumpulkan serasah daun, kayu lapuk, dan bahan tumbuhan lain untuk dibudidayakan sebagai substrat pertumbuhan jamur di dalam sarang mereka. Jamur kemudian menguraikan senyawa kompleks seperti lignoselulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh koloni rayap sebagai sumber nutrisi.
Melalui aktivitas tersebut,Termitomyces eurrhizus berkontribusi dalam mempercepat siklus nutrien, meningkatkan ketersediaan unsur hara di tanah, serta menjaga kesuburan dan produktivitas ekosistem hutan. Selain itu, keberadaan jamur ini juga menjadi bagian penting dalam jaringan trofik karena dapat dimanfaatkan oleh berbagai organisme lain, termasuk serangga mikofagi dan manusia, sehingga memperlihatkan perannya sebagai penghubung dalam aliran energi dan materi di alam.
Nilai Sosial Budaya
Secara sosial budaya, bagi sebagian masyarakat pedesaan, jamur ini menjadi sumber pangan musiman favorit karena memiliki cita rasa yang khas (umami) dan kandungan gizi yang baik. Selain itu, tekstur jamur yang lembut dan berdaging serta ukurannya yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri jamur tersebut.
Beberapa masyarakat tradisional Indonesia, seperti warga Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur dan Desa Mbulawa, Donggala, Sulawesi Tengah, jamur ini telah dikonsumsi secara turun menurun dengan cara dimasak oseng-oseng. Begitupula dengan masyarakat tradisional luar Indonesia, seperti masyarakat di Kedah, Malaysia utara, dan Manipur, India (Suku Indigenous).
Dipasar tradisional Midnapore, Bengal Barat, India, jamur Termitomyces eurrhizus dilaporkan telah dijual dan dimakan secara tradisional sejak tahun 1972 (Devi et al. 2014).
Nilai Ekonomi
Termitomyces eurrhizus termasuk salah satu jamur liar edible yang banyak dikomersialkan dipasar tradisional dan memiliki nilai ekonomi yang relatif kompetitif. Harga jamur Termitomyces eurrhizus di pasar tradisional Indonesia bervariasi tergantung musim dan lokasi, umumnya berkisar Rp 45.000 hingga Rp 75.000 per kilogram saat musiman hujan. Namun, jika ketersediaan jamur terbatas, terutama pada bulan Januari-Februari, harga jual jamur ini bisa mencapai Rp 120.000 per kg.
SUMBER
Gambar Utama: Nurah Anggraeni




Leave a Reply