Eutropis multifasciata

(Common Sun Skink)

Eutropis multifasciata (Bengkarung) merupakan spesies kadal dari famili Scincidae yang umum dijumpai di berbagai tipe habitat. Spesies ini sering ditemukan berjemur di area terbuka yang terpapar sinar matahari, baik di hutan dataran rendah hingga subpegunungan maupun habitat terganggu seperti pekarangan rumah dan kebun. Epitet spesifik ‘multifasciata‘ merujuk pada pola garis-garis gelap memanjang yang menjadi salah satu ciri khas spesies ini. Sebagai mekanisme pertahanan diri, E. multifasciata mampu memutuskan ekornya (Autotomi) ketika terancam oleh predator. Spesies ini memiliki persebaran yang luas, meliputi Indonesia, Thailand, Singapura, Taiwan, Vietnam, China, Malaysia, Filipina, hingga India.

Author

Keumala Putri Elwi
Researcher in IPB SSRS Association

Gambar
Jalan Sekitar Persawahan Desa Kedungwaru Lor, Kabupaten Demak, Jawa Tengah


Lokal
Bengkarung Biasa, Bengkarung Kebun

Penemu
Kuhl, 1820

Nasional
Bengkarung

Internasional
East Indian Brown Skink, Many-lined Sun Skink, Common Sun Skink, Javan Sun Skink


Nasional
Tidak dilindungi

IUCN Red List 2018
Least Concern

Nasional, KLHK
Tidak ada

CITES
Tidak dinilai


Kingdom
Animalia

Ordo
Squamata

Phylum
Chordata

Famili
Scincidae

Kelas
Reptilia

Genus
Eutropis


Bagian Kepala (Caput)
Kepala berbentuk segitiga memanjang dengan bagian anterior relatif menyempit. Leher sangat pendek dengan batas antara kepala dan leher yang kurang jelas. Individu jantan memiliki kepala dan leher relatif lebih besar dan lebar, sedangkan kepala individu betina lebih kecil dengan leher yang lebih ramping. Bagian dorsal kepala berwarna abu-abu gelap, sedangkan bagian ventral kepala dari ujung mulut hingga tenggorokan berwarna kuning dan warna jingga kemerah-merahan tampak di sepanjang tepi mulut dan sekitar lubang telinga. Moncong berukuran sedang dengan ujung tumpul. Mata berbentuk oval dengan pupil bulat berwarna hitam, serta memiliki kelopak mata bersisik dan membran nictitans. Lubang telinga berukuran kecil, berbentuk bulat, dan terletak posterior terhadap sudut mulut.

Bagian Tubuh (Truncus)
Tubuh berbentuk bulat memanjang dan ditutupi kulit yang kering serta sisik yang saling tumpang tindih. Sisik tubuh tampak mengilap dan memiliki tiga lunas yang tampak jelas apabila diamati dari dekat. Bagian dorsal berwarna cokelat keabu-abuan dengan serangkaian garis gelap samar yang membujur sepanjang punggung. Bagian lateral berwarna abu-abu dengan bercak jingga yang memanjang dari daerah telinga. Bagian ventral berwarna putih kekuning-kuningan. Lubang kloaka terletak di antara tungkai belakang dan pangkal ekor.

Bagian Kaki (Extremitas)
Tungkai anterior dan posterior masing-masing memiliki 5 jari. Tungkai berwarna cokelat keabu-abuan serupa dengan warna tubuh. Sisik subdigital tampak halus. Sisik pada permukaan dorsal tibia sebagian besar memiliki tiga lunas.

Bagian Ekor (Cauda)
Ekor berbentuk bulat memanjang, tebal pada bagian pangkal dan semakin meruncing ke arah ujung. Permukaan ekor ditutupi sisik dan berwarna cokelat keabu-abuan serupa dengan warna tubuh dengan ujung berwarna jingga.


Area terbuka, kebun, hutan primer dan sekunder, dekat pemukiman manusia.


Global dan Indonesia


Nilai Ekologi
Eutropis multifasciata (E. multifasciata) berperan sebagai konsumen sekunder serangga dan hama, serta sebagai indikator kelimpahan serangga di lingkungannya dan sumber makanan bagi organisme pada tingkat trofik yang lebih tinggi (Rahma 2021).

Nilai Sosial Budaya
E. multifasciata telah dimanfaatkan oleh masyarakat zaman dulu sebagai obat pengobatan tradisional untuk meringankan gejala alergi gatal-gatal dengan cara dikonsumsi. Daging kadal ini dapat dikonsumsi dengan cara digoreng matang setelah bagian kulit dan organ-organ dalam dibersihkan hingga tidak ada darah tersisa (Rahma 2021).

Nilai Ekonomi
E. multifasciata dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bahan pembuatan minyak kadal yang digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kulit, seperti eksim, gatal-gatal, dan alergi karena kandungan antimikroba yang dimilikinya dapat melawan bakteri dan cendawan patogen (Hamdani et al. 2013; Rahma 2021). Kadal ini juga dapat digunakan sebagai bahan pengganti tepung ikan karena memiliki kandungan protein kasar sebesar 60,72% dari bahan kering (Juniarmi et al. 2014). Selain itu, spesies ini dapat digunakan sebagai umpan pancing serta pakan bagi ikan dan burung (Janssen dan Gomez, 2019).


Gambar Utama: @Rofi_Muzaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *