Avicennia alba

Avicennia alba merupakan pohon mangrove dari famili Acanthaceae yang dikenal sebagai pionir di kawasan tropis, tersebar luas di kawasan Indo-Pasifik, termasuk hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia. Spesies ini tumbuh pada ekosistem mangrove pada zona pasang surut (intertidal) dengan substrat berlumpur hingga berpasir. Tinggi pohon berkisar 4–15 m. Avicennia alba berperan penting dalam menahan sedimen, mengurangi erosi, menyediakan habitat bagi biota pesisir serta mendukung penyimpanan karbon biru (blue carbon).

Author

Erin Nuril Firdaus
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Salmi Hanifah Dalimunthe
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Gambar
PIK 2 Mangrove, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten


PENAMAAN

Lokal
Api-Api (Sumatra dan Kalimantan), Boak, Koak, Moak, Mangi-Mangi putih (Ind.), Ros-rosan (Jawa)

Penemu
Carl Ludwig Blume (1826)

Nasional
Api-api Putih

Internasional
Grey Mangrove


STATUS KONSERVASI

Nasional
Tidak dilindungi.

IUCN Red List 2008
Least Concern (LC)

Nasional, KLHK
Tidak dilindungi (Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi)

CITES
Tidak dinilai


TAKSONOMI


MORFOLOGI

Habitus
Avicennia alba merupakan pohon yang memiliki tinggi berkisar 4–15 m dengan diameter batang (dbh) 21–102 cm.

Batang
Batang utama berwarna coklat gelap keabu-abuan dan memiliki pori-pori kecil (lentisel). Tinggi pohon 4–15 m dengan diameter batang (dbh) 21–102 cm. Percabangan dimulai dari bagian bawah batang. Tanaman ini memiliki panjang internodus atau jarak antar-buku yang bervariasi dengan rentang ukuran antara 2,3 cm hingga 4,9 cm. Variasi ukuran internodus ini secara ilmiah mencerminkan laju kecepatan pertumbuhan vegetatif tanaman yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi, ruang tumbuh, dan intensitas cahaya matahari di area habitatnya (Tomlinson 2016). 

Akar
Memiliki sistem perakaran dangkal yang menyebar luas secara horizontal di bawah lumpur (lateral roots). Memiliki akar napas tipe pensil atau pasak (pencil-like pneumatophores) yang tumbuh tegak lurus ke atas (geotropisme negatif) menembus permukaan lumpur untuk bertahan hidup di zona intertidal. Ketinggian akar 3–25 cm. Akar napas tumbuh dalam jumlah yang sangat banyak dan rapat di sekitar radius pohon induk (Kitamura et al. 1997). Permukaan akar napas ini dilengkapi dengan pori-pori kecil atau lentisel yang berfungsi menyerap oksigen langsung dari udara bebas pada saat air laut sedang surut untuk mendukung proses respirasi tanaman. 

Buah
Organ buah tanaman ini memiliki bentuk bulat telur (ovoid) dengan tipe buah berupa modifikasi bentuk menyerupai kacang (nut). Secara kuantitatif, buah ini memiliki ukuran dimensi vertikal atau panjang berkisar antara 1,5 cm hingga 2,8 cm dan dimensi horizontal atau lebar berkisar antara 0,5 cm hingga 1,6 cm. Bentuk buah yang meruncing seperti paruh burung atau tetesan air ini memberikan keuntungan aerodinamis serta mendukung sifat cryptoviviparous, yaitu kondisi di mana biji telah berkecambah di dalam kulit buah agar dapat langsung mengapung terbawa arus dan segera tertancap ketika jatuh ke substrat lumpur (Noor et al. 2006).

Daun
Daun tanaman ini berjenis daun tunggal dengan bentuk helaian (lamina) lanceolate atau lanset seperti mata tombak, serta memiliki pangkal berbentuk cuneate (baji) dan ujung berbentuk acute (runcing tajam). Daun yang bertepi rata (entire) ini melekat secara petiolate (bertangkai) dengan pola susunan opposite and decussate (berhadapan bersilang) serta tipe percabangan yang berhadapan (opposite). Sistem pertulangannya bertipe primer-pinnate: brochidodromus dengan permukaan rata yang tidak berambut (glabrous), di mana ukuran tangkai daunnya memiliki rata-rata 0,96 cm (rentang 0,4–1,5 cm), panjang helaian rata-rata 7,8 cm (rentang 4,1–11,1 cm), dan lebar helaian rata-rata 2,4 cm (rentang 1,1–3,9 cm). Warna permukaan atas daun bervariasi dari hijau muda hingga hijau tua seiring bertambahnya umur, sedangkan bagian belakangnya berwarna sage (hijau abu-abu pucat) yang dilapisi kelenjar khusus untuk mengekskresikan kelebihan garam dari air laut sekaligus memantulkan cahaya matahari berlebih untuk mengurangi penguapan (Tomlinson 2016).

Perbungaan
Bagian perbungaan atau susunan bunga majemuk tanaman ini bertipe compound umbel atau payung majemuk. Secara ilmiah, arsitektur payung majemuk ini dicirikan oleh kumpulan kuntum bunga individu yang tersusun berkelompok pada cabang-cabang tangkai utama yang memancar dari satu titik pusat.

Bunga
Bunga pada Avicennia alba memiliki simetri radial atau dikenal dengan tipe actinomorphic. Karakteristik actinomorphic ini berarti kuntum bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang simetris dari arah mana saja melewati titik pusatnya. Adaptasi morfologi ini sangat mendukung mekanisme penyerbangan terbuka (open pollination), sehingga memudahkan berbagai jenis serangga penyerbuk maupun angin untuk membantu proses penyerbukan dari berbagai sudut (Duke 1991). 



KARAKTERISTIK HABITAT

Avicennia alba tumbuh di habitat mangrove pasang-surut (intertidal) dan umumnya ditemukan di kawasan pesisir, laguna, serta lingkungan muara sungai (estuari). Distribusi dan kelimpahannya dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, terutama salinitas air dan karakteristik substrat. Spesies ini tumbuh di berbagai jenis habitat, termasuk substrat berlumpur, lumpur berpasir, dan berbatu, serta telah beradaptasi dengan suhu tinggi, fluktuasi pasang-surut, kondisi salinitas tinggi, dan tanah lumpur anaerobik (miskin oksigen). Avicennia alba biasanya tumbuh di zona pasang-surut dengan rentang salinitas antara 17–36,6 ppt dan menjadi komponen penting dari ekosistem mangrove pesisir yang produktif (Wambrauw et al. 2025)


GEOGRAFIS HABITAT

Maluku, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Jawa


NILAI SPESIES

Nilai Ekologi
Avicennia alba merupakan spesies mangrove pionir yang sangat penting bagi ekosistem pesisir karena akar tunjangnya mampu menahan sedimen, mengurangi erosi, dan membantu menstabilkan garis pantai. Tegakan spesies ini juga berfungsi sebagai habitat, dan daerah pemijahan bagi berbagai biota akuatik seperti ikan, kepiting, udang, dan organisme bentik lainnya. Selain itu, A. alba berperan dalam siklus nutrisi dan siklus karbon pesisir melalui penyimpanan biomassa pada sedimen mangrove, sehingga mendukung fungsi mangrove sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (Arbiastutie et al. 2021 ). 

Nilai Sosial Budaya
Avicennia alba memiliki nilai sosial-budaya yang signifikan bagi masyarakat pesisir. Keberadaannya menjadi bagian integral dari identitas masyarakat, edukasi lingkungan, dan pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal. Pemanfaatan dan konservasi mangrove diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengetahuan tradisional, praktik konservasi, dan partisipasi aktif masyarakat. Upaya-upaya ini menumbuhkan rasa kohesi sosial, kepedulian lingkungan, serta hubungan antara manusia dan alam. Oleh karena itu Avicennia alba  berkontribusi pada pelestarian keberlanjutan budaya dan penguatan kohesi sosial di dalam masyarakat pesisir (Harto et al. 2021; Aminuddin 2025). 

Nilai Ekonomi
Avicennia alba memiliki nilai ekonomi karena berbagai kegunaan tradisional dan komersialnya. Kayunya biasa dimanfaat sebagai kayu bakar, serta bahan baku arang karena kualitas pembakarannya yang baik. Bijinya yang masih muda dapat diolah dan dikonsumsi sebagai sumber pangan lokal sebagai tepung mangrove yang dapat digunakan untuk membuat olahan kue dan makanan kering (Jayadi et al. 2024). Selain itu, Avicennia alba sering membentuk tegakan dominan dalam ekosistem mangrove sehingga menciptakan lanskap alam menarik yang mendukung kegiatan ekowisata berbasis mangrove seperti edukasi lingkungan dan wisata alam. Pengembangan ekowisata mangrove dapat menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui jasa pariwisata, tour guide, dan UMKM yang terkait aktivitas pengunjung (Achsam dan Wulandari 2026; Sakti dan Fauzi 2020). 


SUMBER

Gambar Utama: @daniksnnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *