Begonia multangula

(Begonia)

Begonia multangula merupakan spesies herba yang termasuk famili Begoniaceae. Keberadaan Begonia multangula melimpah di wilayah subtropis dan tropis, seperti di Indonesia. Spesies begonia merupakan spesies ekologi yang hidupnya terbatas pada hutan tropis yang tidak terganggu, namun beberapa spesies dapat hidup di hutan tropis yang terganggu.

Author

Nayyara Farhana Nisa
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Farah Kamila Nuraini
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Raihan Abhinaya Iskandar
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Danik Septianingrum
Epiphyte and Understory Plant Diversity Specialist Section

Muhammad Hisyam Fadhil, S.Si., M.Si
Carnivorous Plant Diversity Specialist Section

Gambar
Ditemukan di Vegetasi Hutan, Taman Nasional Gunung Halimun Salak


Lokal
Hariang hejo

Penemu
Blume, 1827

Nasional
Begonia

Internasional
Begonia


Nasional
Tidak dilindungi

IUCN Red List
Not evaluated (NE)

Nasional, KLHK
Tidak ada

CITES
Tidak dinilai



Habitus
Terrestrial, habitus herba.

Batang
Tinggi batang 47 cm, diameter 0,3–3,4 cm, sedikit kasar, berambut, berwarna cokelat; indumentum berwarna merah, tomentose atau villous.

Daun
Bentuk daun berbentuk jantung; ujung daun meruncing panjang; pangkal daun membentuk hati; tepi daun berombak; permukaan daun berduri halus; venasi cladodormous; permukaan adaksial kasar, berduri halus, permukaan abaksial sedikit kasar, berduri halus; Tipe indumentum tomentose or villous, berwarna merah; panjang petiol 12.3–35 cm, lebar 0.3–0.6 cm; panjang daun 10.6–18.6 cm, lebar 13.2–17.1 cm.

Perbungaan
Perbungaan cymose; stamen berwarna kuning, simetris; putik berwarna kuning; tangkai putik bercabang banyak, panjang 0,05–0,1 cm; kepala sari panjang 0,1–0,15 cm, lebar 0,05–0,1 cm; bulu-bulu halus berbentuk tomentose atau villous; Ada 4 tepal pada bunga jantan dan 5 pada bunga betina, panjang 1,8–2 cm, lebar 1,5–1,7 cm.

Buah
Buahnya berupa kapsul bersayap, berbentuk seperti kendi, dan dilapisi bulu-bulu halus.


Spesies Begonia tumbuh di wilayah dengan iklim tropis hingga subtropis. Begonia dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga hutan pegunungan pada ketinggian hingga 2.400 mdpl. Selain itu, Begonia tumbuh subur di lingkungan yang lembab, tanah yang kaya humus, area yang teduh sebagian, dan media tanam yang terdiri dari daun-daun basah (Riyati et al. 2022). Batasan karakter morfologi antara B. multangula dan B. Robusta menyebabkan sering ditemukannya individu dengan karakter peralihan, seperti di kawasan hutan sisa Kebun Raya Cibodas dengan warna daun merah keperakan pada bagian atas sedangkan bagian bawah merah tua, serta permukaan batang dan daun yang gundul (Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, LIPI 2017).


Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, Papua


Nilai Ekologi
Begonia memiliki nilai ekologis yang signifikan sebagai kelompok tumbuhan yang berevolusi dengan cepat dan mampu beradaptasi pada relung ekologis tertentu, terutama di habitat yang sangat teduh dan lembap seperti lantai hutan tropis, permukaan batu yang basah, serta sebagai epifit. Kemampuan beradaptasi terhadap kondisi cahaya rendah ini didukung oleh peristiwa duplikasi genom keseluruhan (WGD) dan penyisipan elemen transposable (TEs), yang memperluas gen-gen yang terkait dengan jalur sinyal cahaya dan metabolisme energi. Selain itu, spesialisasi habitat, hibridisasi, dan poliploidi dalam genus ini berkontribusi besar terhadap keragaman genetiknya yang tinggi dan endemisme spesies di berbagai wilayah geografis (Borah et al. 2025).

Nilai Sosial Budaya
Belum teridentifikasi

Nilai Ekonomi
Begonia mengandung sejumlah senyawa bioaktif, seperti terpenoid, flavonoid, dan alkaloid, yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur tertentu. Hal ini menunjukkan potensi penggunaan Begonia sebagai alternatif alami pengganti antibiotik dalam pengobatan infeksi dan resistensi antibiotik (Borah et al. 2025). Ekstrak dari batang dan daun B. multangula menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Porphyromonas Gingivalis (Putri et al. 2019). Selain itu, rasa asam pada tangkai daunnya biasa digunakan sebagai pengganti bumbu masakkan (Pusat onservasi tumbuhan Kebun Raya, LIPI 2017).


SUMBER

Gambar Utama: @nayyarafarhananisa


Scientific Information Database

Take your select

Species physiology DATABASE

Species
GEOHABITAT DATABASE

Species
genbank DATABASE

Species
biomass database

Species
biopharmaca database

Species
profile article

this spesies collection
under funded by sSRS RESEARCH Fund

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *