Shorea stenoptera

(Red Meranti)

Shorea stenoptera, yang lebih dikenal sebagai tengkawang, merupakan salah satu spesies berbuah besar dari keluarga Dipterocarpaceae dan merupakan spesies endemik yang ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Populasi Shorea stenoptera telah menurun akibat aktivitas penebangan liar yang tidak terkendali, sehingga tanaman ini sulit ditemukan. Selain itu, habitat alami Shorea stenoptera telah berkurang sebesar 30-50% di Kalimantan.

Author

Nayyara Farhana Nisa
Researcher in IPB SSRS Association

Yasmin Nuha Nabilla
Researcher in IPB SSRS Association

Gambar
Ranting daun di Taman Hutan Penelitian Meranti Gunung Dahu


Lokal
Tengkawang Layar, Tengkawang Tungkul Merah, Tengkawang Rambai, Tengkawang Telur

Penemu
Burck

Nasional
Meranti Merah

Internasional
Red Meranti


Nasional
SK Menhut No. 261/Kpts-IV/1990 tentang perlindungan pohon tengkawang sebagai tanaman langka.

IUCN Red List 2019
Near-threatened

Nasional, KLHK
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 8 Tahun 2021 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan, serta pemanfaatan hutan di hutan lindung dan hutan produksi.

CITES
Tidak dinilai


Kingdom
Plantae

Ordo
Malvales

Divisi
Magnoliphyta

Famili
Dipterocarpaceae

Kelas
Magnoliopsida

Genus
Shorea


Habitus
Terestrial, pohon, tinggi mencapai 11,3–17,8 m.

Batang
Batang silindris, kambium berwarna cokelat muda, tekstur batang bersisik tetapi mengelupas seperti kertas, panjang antar ruas 3 cm–6 cm, diameter batang 27,4 cm–142,4 cm, lingkar batang 86,5 cm–133 cm.

Daun
Daun berbentuk lonjong, pangkal daun berbentuk subcordate, ujung daun berbentuk acuminate, tepi daun utuh, terdapat bintik-bintik putih pada daun, dengan panjang daun 25 cm–44,5 cm dan lebar 11,1 cm–20,7 cm; Tangkai daun berukuran 2,5 cm–4 cm; jenis perlekatan daun adalah bertangkai; susunan daun adalah berselang-seling; urat daun berbentuk pinnate; permukaan atas daun halus dan berwarna hijau gelap, permukaan bawah daun sedikit kasar dan berwarna hijau muda, dengan 15–19 urat, cabang berwarna hijau kecokelatan, dan stipula berwarna ungu kemerahan.

Perbungaan
Perbungaan berupa spike majemuk, bunga berwarna hijau muda, panjang bunga 0,5 cm–0,9 cm dan lebar 0,3 cm–0,4 cm; stipula perbungaan primer berukuran panjang 1,2 cm–2 cm dan lebar 1 cm–1,5 cm; tangkai bunga berukuran 3,9 cm–4 cm; batang bunga berukuran 13,9 cm–16,2 cm.

Buah
Buah berbentuk oval, berjenis samara, dan memiliki 5 sayap (3 besar–2 kecil).


Shorea stenoptera hidup di hutan-hutan Kalimantan Barat dan Sumatra, di tanah berpasir di daerah aluvial dan dataran rendah. Shorea stenoptera tumbuh pada ketinggian sekitar 300-650 meter di atas permukaan laut. Kondisi habitat Shorea stenoptera bervariasi, dengan beberapa spesies hidup di tanah kering dan lainnya hidup di hutan dataran rendah dengan sedimen basah (Tampubolon et al. 2018)


Indonesia, Malaysia


Nilai Ekologi
Shorea stenoptera berperan sebagai agen pemulihan pengelolaan hutan untuk keberlanjutan hutan di masa depan.

Nilai Sosial Budaya
Tidak teridentifikasi

Nilai Ekonomi
Bahan baku untuk membuat mentega illipe, yang digunakan dalam mie basah, nasi mentega hitam, dan lipstik. Bahan ini juga digunakan sebagai pengganti dalam formula pembuatan cokelat.


Gambar Utama: Nayyara Farhana Nisa

supported by ssrs research fund

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *