
Shorea pinanga
(Light Red Meranti)
Shorea pinanga adalah spesies endemik dari genus Shorea yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi yang tinggi. Bijinya dapat diolah menjadi minyak nabati, yang sering digunakan dalam industri kosmetik, makanan, dan farmasi. Keberadaan pohon ini semakin terancam oleh deforestasi, penebangan liar, dan konversi lahan.
Author
Roni Andripan
Researcher in IPB SSRS Association
Raihan Abhinaya Iskandar
Researcher in IPB SSRS Association
Gambar
Ranting daun di Taman Hutan Penelitian Meranti Gunung Dahu
PENAMAAN
Lokal
Langgai, Engkabang Bukit, Tengkawang Rambang, Tengkawang Telur, Tengkawang Telaga, Tengkawang Minggi, Awang Lanying
Penemu
Scheff.
Nasional
Meranti Merah
Internasional
Light Red Meranti
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak ada
IUCN Red List 2019
Least Concern
Nasional, KLHK
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi.
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
Kingdom
Plantae
Ordo
Malvales
Divisi
Magnoliphyta
Famili
Dipterocarpaceae
Kelas
Magnoliopsida
Genus
Shorea
MORFOLOGI
Habitus
Terestrial, pohon, tinggi mencapai 60 m.
Batang
Batang silindris, berdiameter 19-37 cm, jarak antar ruas 4-9 cm. Kulit batang halus dan mengelupas, berwarna pink kecokelatan pucat, dengan urat-urat, lenticel kecil berwarna oranye, kulit luar tipis, kulit dalam dapat mencapai 1 cm dan berwarna pink kecokelatan atau kuning kecokelatan pucat pada lapisan kambium (Maharani et al. 2013).
Daun
Daun tunggal, Panjang tangkai daun 1,3-2,3 cm, panjang daun 10,5-14,5 cm, lebar daun 4,5-8,5 cm. Daun berbentuk lanset (Lindley), pangkal subkordate, ujung runcing, tepi utuh. Tipe pengikatan daun petiolate, tersusun secara bergantian, daun bercabang tunggal. Pembuluh daun camptodromous, tekstur adaksial koriaceus, tekstur abaksial papyraceus.
Perbungaan
Susunan bunga tidak teratur. Warna bunga merah muda gelap, dengan 15 benang sari (Maharani et al. 2013).
Buah
Buah berbentuk turbinate, tipe samara. Terdapat 3 sayap buah, panjang 22-28 cm dan lebar 2,5-3,5 cm, serta 2 sayap pendek, panjang 8-17 cm dan lebar 0,8-1,4 cm. Biji berbentuk bulat dan telur, berdiameter 34-53 x 25-28 mm, umumnya memiliki panjang dan lebar yang hampir sama, yaitu sekitar 2,3 cm (Maharani et al. 2013).
KARAKTERISTIK HABITAT
Shorea pinanga merupakan spesies endemik di Borneo. Spesies ini asli dari Brunei, Kalimantan, Sabah, dan Sarawak, dan tersebar luas di seluruh wilayah Borneo dengan luas sebaran minimal 660.000 km² (Robiansyah et al. 2019). Spesies ini umumnya tumbuh di lereng-lereng dengan ketinggian di bawah 700 meter di atas permukaan laut (Maharani et al. 2013).
GEOGRAFIS HABITAT
Indonesia
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Tidak teridentifikasi
Nilai Sosial Budaya
Tidak teridentifikasi
Nilai Ekonomi
Shorea pinanga digunakan sebagai kayu yang diperdagangkan dengan nama meranti merah muda. Kayu ini digunakan sebagai bahan bangunan (Robiansyah dkk. 2019). Bijinya juga dapat diolah menjadi minyak nabati, yang digunakan dalam industri kosmetik, makanan, dan farmasi (Putir dkk. 2024).
SUMBER
Gambar Utama: Roni Andripan


Leave a Reply