
Rhizophora mucronata
Rhizophora mucronata adalah tumbuhan dengan habitus semak atau pohon dari famili Rhizophoraceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma iklim tropis kering dengan sebaran yang mencakup wilayah mulai dari Laut Res hingga Samudra Hindia serta bagian utara dan timur laut Australia. Rhizophora mucronata umumnya tumbuh di daerah pasang surut dengan substrat berlumpur dan berair payau. Tinggi pohonnya berkisar antara 10–15 m. Spesies ini memainkan peran ekologis yang penting dalam menahan sedimen, mengurangi abrasi, menyediakan habitat bagi biota pesisir, dan mendukung penyimpanan blue carbon.
Author
Alenda Jibrilian Zarathustra
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University
Nisa Silvia Fitriana
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University
Gambar
PIK 2 Mangrove, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten
PENAMAAN
Lokal
Bakau kurap, Bakau belukap, Bakau gelukap, Bakau jankar, Bakau hitam, (Mal.) Bangka Itam, Dongoh Korap, Bakau Hitam, Bakau Korap, Bakau Merah, Jankar, Lenggayong, Belukap, Lolaro (Ind.)
Penemu
Jean Louis Marie Poiret (1804)
Nasional
Bakau
Internasional
Loop-root mangrove, red mangrove, Asiatic mangrove
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak dilindungi.
IUCN Red List 2010
Least Concern
Nasional, KLHK
Tidak dilindungi (Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi)
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
MORFOLOGI
Habitus
Rhizophora mucronata adalah semak atau pohon berukuran sedang dari famili Rhizophoraceae, yang umumnya mencapai ketinggian 10–15 m dan tumbuh di lingkungan pesisir tropis dan subtropis.
Batang
Batang utama memiliki kulit berwarna gelap hingga hampir hitam, retak horizontal..
Akar
Spesies ini ditandai oleh sistem akar tiang yang luas, yang memberikan dukungan struktural dan memudahkan kelangsungan hidup di substrat yang tidak stabil dan tergenang air (Kathiresan & Bingham. 2001; Tomlinson. 2016).
Daun
Petiol berbentuk silindris, permukaannya halus, berukuran sekitar 2,03 cm, berwarna hijau hingga hijau kekuningan saat muda. dan hijau tua sampai kecokelatan saat dewasa. Tinggi pohon 10–15 m dengan diameter batang (dbh) 1,91–5,09 cm. Lamina berupa daun tunggal yang tersusun berhadaoan (opposite) yang berbentuk menyerupai ujung tombak (lanceolate). Ujung lamina berbentuk attuenate dengan pangkal cuneate. Tepi daun entire dengan permukaan rata (glabrous). Permukaan adaxial berwarna hijau tua dengan venasi bewarna hijau muda, sedangkan permukaan abaxial berwarna olive dengan venasi hijau muda. Tipe venasi brochidodromus dan reticulate dengan 8–12 saraf sekunder berukuran 0,8–1,9 cm. Panjang petiol 2,03 cm. Panjang helai daun 8,23 cm dengan lebar 4,3 cm.
Perbungaan
Perbungaan simple cyme, dichasial; bunga actinomorphic, epigynous; jumlah bunga per perbungaan 3; panjang penduncle 0,8.
KARAKTERISTIK HABITAT
Habitat Rhizophora mucronata berada pada ekosistem mangrove yang dipengaruhi pasang-surut, terutama di kawasan berlumpur seperti muara sungai, estuari, tepi sungai pasang-surut, dan pantai terlindung. Spesies ini tumbuh baik pada substrat lumpur halus hingga lempung dengan kandungan bahan organik tinggi, pH tanah relatif netral, kedalaman lumpur yang cukup, serta salinitas yang dipengaruhi oleh masuknya air laut (Bachtiar et al. 2023). Salinitas dan lama penggenangan menjadi faktor lingkungan utama yang memengaruhi pertumbuhan, regenerasi, dan keberhasilan hidup tumbuhan itu, terutama pada fase semai (Hoppe-Speer et al. 2011).
GEOGRAFIS HABITAT
Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Rhizophora mucronata sangat penting bagi ekosistem pesisir karena akar tunjangnya mampu menahan sedimen, mengurangi abrasi, memperlambat arus air, serta membantu menstabilkan garis pantai. Tegakan spesies ini juga berfungsi sebagai habitat, tempat berlindung, daerah pemijahan, dan tempat pembesaran bagi berbagai biota pesisir seperti ikan, udang, kepiting, moluska, dan organisme bentik lainnya. Selain itu, R. mucronata berperan dalam siklus karbon pesisir melalui penyimpanan biomassa dan akumulasi bahan organik pada sedimen mangrove, sehingga mendukung fungsi mangrove sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (Alongi. 2014; Lee et al. 2014; Donato et al. 2011).
Nilai Sosial Budaya
Rhizophora mucronata berkaitan erat dengan pemanfaatannya oleh masyarakat pesisir sebagai sumber bahan bangunan, kayu bakar, arang, tiang, perangkap ikan, pewarna alami, penyamak kulit, pangan, serta bahan obat tradisional. Kayunya yang keras dan kuat banyak dimanfaatkan sebagai tiang bangunan, kayu bakar, dan arang, sedangkan kulit batang dan propagulnya digunakan sebagai pewarna alami dan penyamak kulit (World Agroforestry Centre. n.d.; Setyawan AD et al. 2019). Selain itu, bagian tumbuhan seperti kulit batang, daun, buah, dan akar juga dilaporkan digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat di Bangladesh, India, Myanmar, dan Indonesia untuk mengatasi diare, disentri, peradangan, angina, dan hematuria (Setyawan AD et al. 2019; Saha et al. 2023).
Nilai Ekonomi
Rhizophora mucronata dimanfaat kayunya yang keras dan kuat sebagai bahan bangunan, tiang, kayu bakar, serta bahan baku arang. Spesies ini banyak dipanen untuk kayu arang, kayu bakar, dan bahan bangunan, sedangkan kulit batang serta propagulnya dimanfaatkan sebagai sumber tanin untuk pewarna alami dan penyamakan kulit (Setyawan AD et al. 2019). Kayu R. mucronata juga digunakan sebagai bahan bakar, arang, konstruksi rumah, peralatan rumah tangga, gagang perkakas, perangkap ikan, serta tiang pancang; kulit kayunya dimanfaatkan sebagai sumber tanin dan pewarna cokelat hingga hitam (World Agroforestry Centre. n.d.). Selain itu, kayunya bernilai ekonomi sebagai timber, fuel, dan charcoal, sementara kulit batangnya mengandung tanin sekitar 20% yang dapat dimanfaatkan untuk penyamakan dan pewarnaan (ICGEB. n.d.).
SUMBER
Gambar Utama: @daniksnnn


Leave a Reply