Ageratum conyzoides

(Goatweed)

Babadotan atau biasa disebut bandotan di daerah Jawa merupakan tumbuhan liar yang berasal dari daerah tropis di Amerika. Di Indonesia tumbuhan liar ini dikenal sebagai gulma di lahan pertanian. Tumbuhan ini memiliki manfaat sebagai tanaman obat, yang umumnya dimanfaatkan sebagai obat tradisional seperti obat luka atau untuk menghilangkan ketombe. Foto spesies ini didapat di ekosistem pertanian tumpangsari ubi jalar dan cabai Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Author

Hamid Ali Mukti
Researcher in IPB SSRS Association


Lokal
Babadotan (Jawa), Dawet (Sulawesi).

Penemu
Linnaerus Carl, 1753

Nasional
Babadotan

Internasional
Goatweed, billygoat weed, chickweed, whiteweed


Nasional
Tidak dilindungi

IUCN Red List 2019

Nasional, KLHK
Tidak ada

CITES
Tidak dinilai


Domain
Eukaryota

Kingdom
Plantae

Phylum
Tracheophyta

Sub-Phylum
Angiospermae

Class
Magnoliopsida

Ordo
Asterales

Famili
Asteraceae

Genus
Ageratum

Spesies
Ageratum conyzoides


Akar
Akar bertipe fasciculate (akar-akar bergelombol membentuk klaster dari sebelah bawah nodus batang dan berdaging), berwarna kuning kecokelatan dan melekat lemah pada tanah

Batang
Batang tumbuhan ini berwarna hijau saat masih muda dan batangnya menjadi cokelat saat sudah tua. Batangnya termasuk tipe aerial (berada diatas tanah), batangnya lunak, bercabang banyak, ditutupi rambut halus, berbentuk silinder dan tertutupi oleh trikoma.

Daun
Daun berbentuk oval dengan tipe opposite (berhadapan), ujungnya runing, tepi daun bagian pangkal bergerigi, dan tertutupi oleh trikoma berwarna keputihan. Tangkai daun lurus dan memiliki kontur cekung-cembung.

Bunga
Tipe perbungaan terminal (ujung cabang utama) dan tia tangkainya mengandung lima belas kepala bunga yang berwarna putih hingga ungu kebiruan. Bentuk bunganya tubulated (tabung). Diameter bunga berukuran 3-4 mm dan ditunjang oleh tangkai pendek berukuran panjang 0,5-2 cm.

Buah
Buah bertipe achene (biji tunggal dalam buah) berbentuk gelondong dengan penampang berbentuk persegi panjang berukuran 1,5 sampai 2 mm. Buah yang dihasilkan akan berwarna hitam saat matang. Biji disebarkan oleh angin dan air. Biji yang telah tersebar mudah berkecambah.


Umumnya ditemukan pada tanah gembur hingga agak padat, bertekstur lempung berpasir sampai lempung, dengan drainase cukup baik. Bandotan toleran terhadap kondisi tanah miskin hara dan pH tanah yang bervariasi, dari agak asam hingga netral. Spesies ini sering muncul sebagai gulma di lahan pertanian, kebun, tegalan, pematang sawah, pekarangan, serta di sepanjang jalan dan area terganggu. Kemampuannya beradaptasi tinggi terhadap kekeringan ringan dan gangguan lingkungan menjadikan tanaman ini mudah mendominasi suatu area.


Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Asia, Afrika, dan Oseania.


Nilai Ekologi
Sistem perakaran serabutnya membantu menahan erosi tanah, terutama pada area terbuka dan lahan miring. Bunganya menyediakan sumber nektar dan serbuk sari bagi serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu

Nilai Sosial Budaya
Tanaman bandotan sering digunakan sebagai obat luar untuk menghentikan pendarahan luka, mengobati bisul, dan meredakan peradangan. Pengetahuan pemanfaatan bandotan diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pedesaan.

Nilai Ekonomi
Ekstrak bandotan diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai bahan pestisida nabati dan antimikroba, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk pertanian ramah lingkungan.


SUMBER

Gambar Utama: Hamid Ali Mukti

supported by ssrs research fund

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *