
Xenodermus javanicus
(Dragon Snake)
Xenodermus javanicus atau Ular Naga merupakan spesies ular tidak berbisa dan bersifat semi-fossorial yang endemik dan tersebar luas di wilayah Asia Tenggara. Ular ini memiliki ciri morfologi unik berupa tiga baris sisik menonjol (tuberkel) di sepanjang punggungnya yang menyerupai naga mitologis, serta karakteristik taksonomi unik yang memadukan sifat famili Hydridae dan Boidae.
Author
Keumala Putri Elwi
Researcher in IPB SSRS Association
Gambar
Vegetasi sekitar kolam Resort Cikaniki Taman Nasional Gunung Halimun Salak
PENAMAAN
Lokal
Ular Naga
Penemu
Reinhardt 1836
Nasional
Ular Naga
Internasional
Dragon Snake, Java Tubercle Snake, Rough-Backed Litter Snake, Xenodermine Snake, Javan Mudsnake
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak dilindungi
IUCN Red List 2012
Least Concern
Nasional, KLHK
Tidak ada
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
Kingdom
Animalia
Ordo
Squamata
Phylum
Chordata
Famili
Xenodermidae
Kelas
Reptilia
Genus
Xenodermus
MORFOLOGI
Bagian Kepala
Kepala berbentuk pipih memanjang dengan moncong kecil segitiga; bagian dorsal dan lateral berwarna abu-abu gelap, sedangkan bagian ventral berwarna putih keabu-abuan. Moncong berwarna hitam dengan tanda putih pada area hidung dan rostral. Mata berbentuk bulat sempurna berwarna hitam dengan pupil yang kurang terlihat jelas. Kepala tampak terpisah jelas dari bagian leher karena adanya lekukan atau leher yang mengecil.
Bagian Tubuh
Tubuh berukuran relatif kecil, panjang, ramping, dan sedikit memipih secara lateral (compressed); ukuran betina biasanya lebih besar daripada jantan. Bagian dorsal berwarna abu-abu gelap tanpa pola, bertekstur kasar, serta ditutupi sisik-sisik kecil dengan tiga baris tuberkel besar yang menonjol keras dan berjajar rapi di sepanjang punggung. Bagian ventral tubuh berwarna cokelat dengan tanda putih keabu-abuan pada tepi depan setiap sisik ventral, sedangkan bagian subkaudal memiliki pola garis-garis cokelat.
Bagian Ekor
Ekor berukuran panjang dan sedikit memipih secara lateral (compressed) dengan sisik subkaudal tunggal. Individu betina memiliki ekor yang lebih tipis dan pendek tanpa tonjolan hemipenis (hemipenial bulge). Sebaliknya, individu jantan memiliki ekor yang lebih tebal dan panjang serta menunjukkan adanya tonjolan hemipenis yang jelas.
KARAKTERISTIK HABITAT
Bebatuan bantaran sungai di hutan yang lembab
GEOGRAFIS HABITAT
Global dan Indonesia
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Tidak teridentifikasi
Nilai Sosial Budaya
Tidak teridentifikasi
Nilai Ekonomi
Tidak teridentifikasi
SUMBER
Gambar Utama: @KeumalaPutriElwi


Leave a Reply