
Nepenthes gymnamphora
(Tropical Pitcher Plant)
Nepenthes gymnamphora Nees merupakan spesies endemik dari genus Nepenthes yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.
Author
Muhammad Hisyam Fadhil
PENAMAAN
Lokal
Sorok Raja Mantri
Nasional
Kantong Semar Pinggang Seksi
Internasional
Tropical Pitcher-Plant
STATUS KONSERVASI
IUCN Red List 2000
Least Concern
Nasional, KLHK
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi
CITES
Appendix II
TAKSONOMI
Kingdom
Plantae
Ordo
Caryophyllales
Filum
Streptophyta
Suku
Nepenthaceae
Kelas
Equisetopsida
Genus
Nepenthes
MORFOLOGI
Habitus
Terestrial, liana, tingginya mencapai 15-40 m.
spicuous.
Batang
Batang berkambium, silindris, kadang sedikit bersudut, diameter 4-8 mm, panjang internodus 1,5-10 cm. tunas aksilar terlihat jelas, terdapat rambut coklat pucat atau putih pada bagian batang muda, 0,1-0,3 mm, hal ini berlaku juga pada tepi daun (lebih rapat), abaksial midrib (jarang), kantong atas, spur, dan kantong bawah (rapat hingga jarang).
Daun
Daun tipis, bertekstur seperti kulit, sessil atau subpetiolate, daun roset cenderung sessil, narrowly oblong hingga oblanceolate-elliptic, ujung acute, base sessil, terdapat indumentum pada bagian abaksial daun, 3(8,5)-5(12) x 1(2,5)-1,2(3,7) cm, daun pemanjat narrowly elliptic, panjang (10-)23-26(-30) cm, ujung acute, pangkal attenuate, lebar (5-)7-12 mm, terdapat bagian mirip petiol sepanjang 4-5 cm, urat daun longitudinal 3 atau 4 pada setiap sisi, terlihat jelas pada sisi adaksial, urat pennate, percabangan banyak, tetapi tidak terlihat jelas.
Kantong Bawah
Ellipsoid, warna hijau kemerahan hingga ungu, terdapat indumentum pada bagian luar kantong, mulut kantong mengambil 1/3-1/4 bagian dari panjang kantong, (3-)6-11,5 x (2,2-)4-4,5 cm, sayap berumbai, lebar 5-7 mm, panjang elemen rumbai 3-5 mm, antar elemen rumbai berjarak 1 mm, mulut oblique, cembung, peristome flattened, lebar 6-7(-9) mm pada setengah bagian mulut, 2-3 mm pada bagian depan mulut, antar rusuk peristome berjarak 0,5 mm, tinggi 0,1 mm, bagian luar halus, bagian dalam dilengkapi dengan gigi yang melengkung, panjang 1-2(-3) mm pada bagian setengah mulut, tetapi absen di bagian depan mulut; tutup kantong ovate, 3-4 x 2-3 cm, ujung melingkar, pangkal cordate, abaksial tidak terdapat appendage, midrib timbul, kelenjar nektar sirkular, bertepi, 0,3 mm, tersebar di seluruh abaksial, tetapi ukurannya lebih besar pada bagian midrib, 0,6 mm; spur filiform, 4-5 mm, entire.
Kantong Atas
Subsilindris, 6-10(-19) x 1,7-2,8(-4,5) cm, kadang agak infundibular, umumnya dengan dua sayap berumbai, lebar 0,5-2 mm, panjang elemen rumbai 4 mm, antar elemen rumbai berjarak 1 mm; mulut sedikit oblique, cembung, peristome subsilindris, lebar 1,5-2 mm, antar rusuk berjarak 0,5 mm, bagian luar halus, bagian dalam dilengkapi gigi yang semu; tutup kantong eliptik atau ovate, kadang orbicular, 2-2,5(-4,5) x 1,2-1,4(-5), ujung melingkar, pangkal cordate, bagian pangkal abaksial terdapat keel yang timbul sepanjang 1 mm, kelenjar nektar dan spur sama seperti pada kantong bawah.
Perbungaan
Raceme. Perbungaan jantan 35-50 by 4 cm; peduncle 20-24 cm long, 3-4 mm diam. at base; partial peduncles 2-flowered, c. 70, panjang 2-5 mm; braktea absen atau jarang; panjang pedicel 3-5 mm; tepal eliptik, 4-6 x 2-3,2 mm, pubescent dengan rambut coklat yang miring, panjang 0,5-0,6 mm, hal ini berlaku pada peduncle bagian pangkal; panjang androfor 3,5-4 mm, minutely puberulent; kepala anter 1,5-2 x 2 mm. Perbungaan betina 30 x 5 cm; panjang peduncle 19 cm, diameter 4 mm; partial peduncles c. 40; buah berbentuk kapsul 13 x 3 mm. Biji filiform, 6-15 mm.
KARAKTERISTIK HABITAT
Hutan, 1000-2750 mdpl
GEOGRAFIS HABITAT
Jawa bagian barat dan timur (Cheek dan Jebb 2001).
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Tidak teridentifikasi
Nilai Sosial Budaya
Tidak teridentifikasi
Nilai Ekonomi
Tanaman hias
SUMBER
Gambar Utama: @m.hisyam_f


Leave a Reply