Avicennia marina

Avicennia marina merupakan pohon mangrove tahunan yang umum ditemukan di wilayah pesisir tropis dan subtropis serta memiliki distribusi lintang dan bujur yang paling luas dibandingkan dengan jenis mangrove lainnya. Spesies ini dicirikan oleh daun berbentuk oval yang tersusun berlawanan, dengan permukaan atas mengkilap dan permukaan bawah berwarna lebih pucat, serta memiliki banyak pneumatofor yang berperan dalam memfasilitasi pertukaran gas pada sedimen yang tergenang air. Avicennia marina memiliki peran ekologis penting, antara lain sebagai pelindung pantai melalui peredaman gelombang, penghambat abrasi, serta sebagai salah satu elemen dalam konstruksi wilayah tepian perairan.

Author

Farrel Rifqy Alghifary
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Mayla Rachmadina Putri
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University

Gambar
PIK 2 Mangrove, Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten


PENAMAAN

Lokal
Api-api, Api-api jambu, Sia-sia, Toge, Kerem (Ind.)

Penemu
Peter Forsskål (1775)

Nasional
Api-api putih

Internasional
Grey Mangrove


STATUS KONSERVASI

Nasional
Tidak dilindungi.

IUCN Red List 2008
Least Concern

Nasional, KLHK
Tidak dilindungi (Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi)

CITES
Tidak dinilai


TAKSONOMI


MORFOLOGI

Habitus
Avicennia marina termasuk famili Acanthaceae dengan habitus berupa pohon atau perdu yang dapat mencapai tinggi sekitar 30 m dan umumnya tumbuh di kawasan mangrove, terutama pada daerah berlumpur yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut (intertidal).

Batang
Batang berkayu, tegak, bercabang, dan memiliki kulit batang berwarna abu abu hingga abu abu kecoklatan. Permukaan batang relatif kasar.

Akar
Avicennia marina memiliki sistem perakaran khusus yang terdiri atas akar jangkar (anchor roots) yang tumbuh ke bawah untuk memperkuat dan menopang tumbuhan pada substrat berlumpur, serta pneumatofor (akar napas) yang tumbuh ke atas dari akar kabel dan muncul di atas permukaan tanah (Hao et al. 2021)

Daun
Daun berupa daun tunggal dengan susunan berhadapan (opposite) dan decussate, serta tipe percabangan daun opposite. Lamina berbentuk ovate, dengan pangkal cuneate, ujung acute, dan tepi entire. Daun memiliki petiol dengan panjang sekitar 0,5 cm, sedangkan panjang lamina berkisar 3,1–8,0 cm dengan rata-rata 5,23 cm dan lebar lamina berkisar 2,1–5,0 cm dengan rata-rata 3,3 cm. Venasi daun bertipe pinnately veined, dengan tekstur permukaan daun relatif rata. Daun muda berwarna hijau terang pada permukaan atas dengan bagian bawah berwarna sage, sedangkan daun tua berwarna hijau agak gelap pada permukaan atas dengan bagian bawah tetap berwarna sage.

Perbungaan
Perbungaan berupa bunga majemuk yang tersusun dalam bentuk bulir pada bagian ujung daun. Bunga berukuran kecil dan umumnya berwarna kuning hingga kuning-oranye.


KARAKTERISTIK HABITAT

Tumbuhan intertidal yang sangat produktif ini tumbuh subur pada lingkungan asin hingga payau di habitat perairan dangkal wilayah tropis dan subtropis (Haseeba et al. 2025).. Avicennia marina (Forssk.) Vierh. (A. marina) merupakan halofit pesisir yang toleran terhadap garam dan mampu tumbuh pada habitat dengan kondisi lingkungan yang sulit, seperti suhu ekstrem, kekeringan, dan tingkat salinitas tinggi, yang secara umum diketahui menjadi faktor pembatas pertumbuhan mangrove (Ball 1988; Sheppard et al. 1992). Spesies ini terutama mendiami substrat berpasir dengan kandungan bahan organik yang rendah (Haseeba et al. 2025).


GEOGRAFIS HABITAT

Kalimantan (Borneo), Jawa, Lesser Sunda Island, Maluku, Papua (New Guinea), Sulawesi dan Sumatra. 


NILAI SPESIES

Nilai Ekologi
RHutan mangrove sebagai salah satu komponen penting ekosistem lahan basah menyediakan berbagai jasa ekosistem, termasuk sebagai habitat bagi berbagai organisme, menstabilkan garis pantai, menyerap karbon, serta memberikan perlindungan alami terhadap erosi dan cuaca ekstrem (Lee et al. 2025). A. marina mendukung keberadaan beragam spesies laut dan darat serta berperan sebagai pelindung alami terhadap erosi pantai dan gelombang badai. Sistem perakarannya yang kompleks membantu menstabilkan garis pantai dan melindungi wilayah pesisir dari dampak kenaikan permukaan laut (Alblooshi et al. 2026).

Nilai Sosial Budaya
Selain memiliki peran ekologis, A. marina memiliki keterkaitan yang erat dengan aspek budaya, ekonomi, dan pengobatan tradisional pada masyarakat pesisir Arab. Ekosistem mangrove mendukung mata pencaharian masyarakat setempat melalui penyediaan berbagai sumber daya, seperti protein, tanin, dan kayu, serta berperan dalam pembentukan tanah, siklus nutrien, dan pemeliharaan keanekaragaman hayati. A. marina juga berkaitan dengan tradisi lokal sebagai simbol ketahanan, sementara senyawa bioaktif yang dikandungnya, termasuk flavonoid, terpenoid, dan alkaloid, menunjukkan aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan antitumor yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang farmasi (Alblooshi et al. 2025) (Alblooshi et al. 2026).

Nilai Kesehatan
Penelitian sebelumnya oleh Okla et al. (2021) menunjukkan bahwa A. marina mengandung berbagai senyawa bioaktif, di antaranya flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid, yang dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antioksidan, antimikroba, antikanker, dan antiinflamasi.


SUMBER

Gambar Utama: @daniksnnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *