
Arisaema filiforme
(Tropical Cobra Lily)
Arisaema filiforme merupakan tumbuhan herba monokotil dari famili Araceae (suku talas-talasan) yang dikenal dengan bentuk perbungaan unik berupa spatha dan spadix. Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelompok tumbuhan Geofit yaitu tumbuhan yang memiliki rimpang dan umbi di dalam tanah. Tanaman herba endemik ini tumbuh di bawah tegakan hutan yang teduh dan lembab serta dapat ditemukan di hutan hujan Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dengan variasi warna bunga (varian ungu dan hijau) antar populasi pulau.
Author
Keumala Putri Elwi
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University
Raihan Abhinaya Iskandar
Researcher in IPB SSRS Association, IPB University
Danik Septianingrum
Epiphyte and Understory Plant Diversity Specialist Section
Muhammad Hisyam Fadhil, S.Si., M.Si
Carnivorous Plant Diversity Specialist Section
Gambar
Ditemukan di Vegetasi Hutan, Taman Nasional Gunung Halimun Salak
PENAMAAN
Lokal
Kiacung
Penemu
Krüger, 1898
Nasional
Kiacung
Internasional
Tropical Cobra Lily
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak dilindungi
IUCN Red List 2017
Near Threatened
Nasional, KLHK
Tidak ada
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
MORFOLOGI
Habitus
Habitus berupa herba
Batang
Batang utama berwarna hijau tua dengan corak kecoklatan, bertekstur halus dan licin. Petiol dengan tipe indumentum glabrous (tanpa bulu). Tinggi batang utama berkisar antara 29–40 cm dengan diameter 0,7–1 cm.
Daun
Lamina berupa daun majemuk. Ujung daun caudate hingga attenuate, dengan pangkal daun attenuate dan asymmetrical. Tepi daun entire, permukaan licin dan halus. Permukaan adaxial berwarna hijau tua, sedangkan abaxial hijau muda, dengan tipe venasi anastomosing. Daun memiliki petiolule dengan panjang 1–4,5 cm dan diameter ±0,4 cm. Panjang daun majemuk keseluruhan mencapai 29,5 cm dengan lebar 43,5 cm. Anak daun berukuran 20,5–25 cm × 3,5–7 cm, jumlah urat lateral 16–18, dan jumlah anak daun sebanyak lima.
Perbungaan
Bunga tersusun dalam spatha yang panjang dan melengkung ke arah depan. Permukaan luar spatha berwarna hijau muda, sedangkan permukaan dalam berwarna putih pada bagian bawah dan hijau muda pada bagian atas. Spatha berbentuk tubular dengan pola bergaris, permukaan halus mengilap, apex membengkok, dan tipe pembukaan sempit. Spatha berwarna putih kehijauan. Spadix memiliki ujung memanjang dan dilengkapi dengan appendix berupa perpanjangan seperti ekor; appendix berwarna hijau muda. Posisi spadix relatif terhadap spatha tersembunyi. Tipe kelamin infloresens hanya jantan. Stamen berwarna hitam–putih, sedangkan pistil atau bunga betina tidak teramati. Pedicel/peduncle bersifat glabrous (tanpa bulu). Panjang spatha ±14 cm dengan lebar ±5 cm, sedangkan panjang spadix mencapai ±17 cm.
Buah
Umbi berbentuk bulat memanjang dengan orientasi horizontal dan permukaan berwarna cokelat. Korm/umbi berukuran panjang 3–4 cm dengan diameter 2–2,3 cm. Akar serabut memiliki 12–16 akar lateral.
Akar
Akar bertipe serabut.
KARAKTERISTIK HABITAT
Arisaema filiforme ditemukan tumbuh di hutan sekunder, baik pada kondisi naungan tertutup maupun terbuka, sering kali di antara populasi tegakan pacing (Costus speciosus) (Kurniawan dan Asih 2012). Tanaman ini tumbuh liar di habitat hutan yang terlindung, muncul terutama pada musim hujan, pada tanah berhumus atau berserasah tebal, serta pada kisaran ketinggian 900–1400 mdpl. Spesies ini dilaporkan hanya tumbuh di hutan lumut dataran tinggi (Mohamad et al. 2024). Selain itu, tanaman ini menyukai tanah yang lembap, kaya bahan organik, gembur, dan memiliki drainase yang baik, serta tumbuh optimal pada kondisi cahaya teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung. Umumnya, spesies ini ditemukan di kawasan pegunungan atau dataran tinggi (Kurniawan et al. 2013).
GEOGRAFIS HABITAT
Kalimantan, Sumatera, Jawa
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Arisaema filiforme berperan sebagai bagian dari keanekaragaman flora endemik hutan pengunungan tinggi, berkontribusi pada stabilitas ekosistem dan menjadi indikator kesehatan lingkungan. Spesies ini memiliki sistem penyerbukan unik yang memengaruhi dinamika populasi serangga penyerbuk dan menjaga keseimbangan ekosistem. Hanya tumbuh di hutan lumut dataran tinggi, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan deforestasi (Mohamad et al. 2024).
Nilai Sosial Budaya
Belum teridentifikasi
Nilai Ekonomi
Arisaema filiforme dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, tanaman obat tradisional, dan tanaman hias. Arisaema spp. telah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan pengobatan Ayurveda sejak zaman dulu (Murti dan Rao 2010). Bagian umbinya digunakan untuk mengobati konstipasi, nyeri perut, dan disentri (Kamble et al. 2010). Berbagai bagian tanaman Arisaema mengandung beragam senyawa kimia, seperti alkaloid, fenol, terpena, flavonoid, lektin, saponin, glikosida, triterpenoid, kampesterol, dan oksalat serta diketahui memiliki aktivitas biologis, antara lain sebagai antioksidan, antijamur, antibakteri, insektisida, antimikroba, antikanker, dan antitumor (Ali dan Yaqoob 2021; Kant et al. 2020). Selain itu, Arisaema spp. dikenal sebagai tanaman hias yang dibudidayakan dan diperdagangkan secara komersial karena memiliki variasi warna atau pola yang menarik pada batang semu yang meningkatkan nilai estetikanya sebagai tanaman ornamental (Mat-Zain et al. 2023).
SUMBER
Gambar Utama: @keumala
Scientific Information Database
Take your select

Species physiology DATABASE

Species
GEOHABITAT DATABASE

Species
genbank DATABASE

Species
biomass database

Species
biopharmaca database





Leave a Reply