Bronchocela jubata

(Maned Forest Lizard)

Bronchocela jubata merupakan spesies bunglon dari famili Agamidae yang memiliki sebaran luas di kawasan Asia Tenggara, terutama di hutan tropis dan area perkebunan Indonesia. Reptil arboreal ini memiliki ciri khas berupa deretan sisik pipih meruncing pada tengkuk dan punggung yang menyerupai surai (jubata) dan kemampuan mimikri dengan mengubah warna kulitnya.

Author

Keumala Putri Elwi
Researcher in IPB SSRS Association

Gambar
Vegetasi hutan di Cagar Alam Bojonglarang Jayanti Cianjur


Lokal
Bunglon Surai, Bengkarung surai, Bunglon, Londok/Lunduk

Penemu
Dumeril & Bibron 1837

Nasional
Bunglon Surai

Internasional
Maned Forest Lizard


Nasional
Tidak dilindungi

IUCN Red List 2015
Least Concern

Nasional, KLHK
Tidak ada

CITES
Tidak dinilai


Kingdom
Animalia

Ordo
Squamata

Phylum
Arthropoda

Famili
Agamidae

Kelas
Reptilia

Genus
Bronchocela


Bagian Kepala
Kepala berbentuk segitiga menyempit dengan lebar sekitar setengah dari panjangnya serta tampak terpisah jelas dari leher. Sisi kepala berwarna hijau kekuningan, bagian dorsal hijau keabu-abuan, dan bagian ventral hijau pucat. Pada tenggorokan terdapat gular pouch (lipatan kulit yang dapat mengembang) dengan bagian tengah berwarna hijau menyala yang lebih muda. Moncong memanjang dan lancip dengan ukuran lebih besar daripada diameter mata. Jarak interorbital cukup lebar, dahi cekung, serta tepian canthus rostralis dan supraciliary tampak tajam. Mata berukuran besar dengan pupil bulat. Tympanum berukuran lebih kecil dari orbit mata (sekitar 60% diameter orbit), dikelilingi oleh sisik berlunas (keeled), serta dipisahkan dari orbit oleh enam baris sisik temporal yang membesar (juxtaposed). Lingkar mata, labial band, dan tympanum berwarna hijau pucat. Sisik pada moncong berlunas dan berukuran lebih besar daripada sisik oksipital, dengan susunan sisik kompleks di sekitar nostril. Sisik rostral lebih lebar daripada tingginya, sementara sisik pada area interorbital dan supercilium memiliki lunas.

Bagian Tubuh
Tubuh ramping dengan sisik lateral berukuran besar, seragam, berlunas kuat, dan saling tumpang tindih (imbricate). Terdapat jambul tengkuk (nuchal crest) yang berkembang baik, berwarna kuning kehijauan, dan berlanjut ke punggung sebagai jambul dorso-nuchal. Jambul punggung (dorsal crest) bersifat rudimenter (tidak berkembang sempurna) dengan warna hijau menyala atau senada dengan tubuh. Bagian dorsal berwarna hijau terang hingga hijau zaitun tua, sementara pada sisi lateral terdapat beberapa corak belang kuning. Bagian ventral berwarna kekuningan hingga putih, meliputi area bawah dagu, leher, perut, dan bagian belakang kaki. Sisik dada dan perut berlunas serta meruncing, di mana lunas tersebut membentuk garis-garis sejajar yang kontinu di sepanjang bagian bawah tubuh. Sisik abdominal memiliki ukuran yang lebih besar daripada sisik dada.

Bagian Kaki
Kaki depan cenderung pendek tanpa lipatan bahu (pit), namun sisik bahu berukuran lebih kecil dan berlunas. Kaki belakang relatif lebih panjang daripada bagian depan, dengan tulang kering (tibia) yang lebih panjang dari paha (femur). Jari-jari memanjang dan ramping dengan urutan panjang jari tangan 4>3>2>5>1 serta jari kaki 4>3>5>2>1. Seluruh jari memiliki cakar tajam, panjang, dan sedikit melengkung.  Area kaki dan persendian berwarna hijau gelap. Sisi dorsal jari kaki berwarna cokelat kehijauan, sedangkan sisi ventralnya berwarna cokelat muda.

Bagian Ekor
Ekor sangat panjang dan utuh tanpa keberadaan jambul (crest). Pangkal ekor berwarna hijau terang, sementara dua pertiga bagian belakangnya berwarna cokelat kehijauan dengan bercak keputihan pada ujungnya. Sisik bagian ventral pangkal ekor berlunas dan tumpang tindih (imbricate) dengan ukuran lebih kecil daripada sisi dorsal. Sisik-sisik pada ekor membesar serta berlunas kuat, membentuk deretan garis sejajar yang berkesinambungan hingga ke ujung ekor.


Semak, perdu, dan pepohonan di hutan primer, hutan sekunder, perkebunan dekat pemukiman.


Global dan Indonesia


Nilai Ekologi
Tidak teridentifikasi

Nilai Sosial Budaya
Tidak teridentifikasi

Nilai Ekonomi
Tidak teridentifikasi


Gambar Utama: @asyari_hutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *