
Cookeina speciosa
Cookeina speciosa atau jamur cangkir adalah jamur dari divisi Ascomycota yang memiliki bentuk khas seperti cangkir atau mangkuk. Jamur ini memiliki apotesium yang berbentuk cupulate (cangkir) hingga goblet (piala) berwarna merah muda ringan, kuning muda, hingga jingga. Memiliki rambut halus kecil di sekitar margin yang tersusun dalam barisan-barisan rapi. Sering ditemukan di daerah tropis hidup soliter atau gregarious (berkelompok) saprofit pada batang kayu busuk. Jamur ini dikenal dengan nama lokal jamur cangkir atau jamur mangkuk dan secara umum dapat dimakan jika dimasak terlebih dahulu.
Author
Muhammad Zidan Al Nabiel
Researcher in IPB SSRS Association – IPB University
PENAMAAN
Lokal
Jamur cangkir, jamur mangkuk
Nasional
Jamur cangkir, jamur mangkuk
Internasional
Wine glass mushroom, champagne glass mushroom
Sinonim
Peziza speciosa
Basionim
Peziza speciosa
Penemu
Fries, 1822 (Peziza speciosa)
Dennis, 1994 (Cookeina speciosa)
STATUS KONSERVASI
Nasional
Tidak ada
IUCN Red List 2019
Tidak ada
Nasional, KLHK
Tidak ada
CITES
Tidak dinilai
TAKSONOMI
Kingdom
Fungi
Ordo
Pezizales
Divisi
Ascomycota
Famili
Sarcoscyphaceae
Kelas
Pezizomycetes
Genus
Cookeina
MORFOLOGI
Tubuh buah
Apotesia berstipe sentral hingga kadang subsesil, berbentuk cupulate (cangkir) atau goblet (piala), bertekstur kulit (leathery), berdiameter 10-50 mm dan tinggi 12-80 mm. Reseptakel berbentuk cangkir atau kadang corong bersisik ringan kecuali di sekitar margin, terdapat beberapa gunungan konsentris di sekitar margin di mana terdapat rambut majemuk di individu dewasa, interior halus dan tidak berbulu, warna beragam dari kuning muda, kuning, jingga kekuningan, hingga jingga; ketika segar berdiameter 16-50 mm dan tinggi 8-20 mm. Stipe silindris kadang bergalur, ramping, kopong, sering membentuk holdfast berbentuk cakram di dasar, berwarna serupa dengan reseptakel atau lebih pucat. Margin tidak menggulung ke dalam pada saat dewasa, dalam keadaan kering menggulung ke dalam, dalam keadaan segar berwarna sama dengan reseptakel, dilengkapi beberapa baris rambut relatif panjang (Iturriaga dan Pfister 2006).
Tekstur
Padat, seperti karet, tekstur halus seperti kulit bermembran.
Aroma
Tidak ada
Rasa
Selayaknya rasa umum yang dimiliki oleh jamur-jamur yang bisa dimakan.
Sifat hidup
Soliter atau gregarious (berkelompok)
STATUS KONSUMSI OLEH MANUSIA
Edible. Dimasak terlebih dahulu.
KARAKTERISTIK HABITAT
Cookeina speciosa ditemukan di seluruh daerah tropis di seluruh dunia. Catatan telah menemukan spesies ini di daerah tropis Afrika, Kamerun, Liberia, Brazil, Kolombia, Guatemala, Cina, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Kondisi lingkungan tempat ditemukan jamur ini dicirikan oleh iklim tropis kelembapan tinggi.
GEOGRAFIS HABITAT
Asia tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Singapura, Kambodia, Vietnam), Papua Nugini, Cina (Yunnan), Taiwan, India, Afrika Tropis (Kongo, Madagaskar, Uganda, Liberia, Kamerun), sebagian besar Amerika Selatan (Meksiko, Kuba, Guatemala, Panama, Amazonia, Brazil, dan sebagainya).
NILAI SPESIES
Nilai Ekologi
Cookeina speciosa adalah salah satu jamur yang sensitif terhadap kondisi mikroiklim di habitatnya. Jamur ini hanya ditemukan di sekitar daerah tropis yang dicirikan oleh suhu sedang dan kelembaban tinggi. Keberadaan jamur ini dapat menjadi indikator terhadap keseimbangan kondisi ekologis di suatu lahan tropis. Jamur ini tumbuh pada kayu dan ranting yang mati, berperan menguraikan bahan organik, mengembalikan nutrien ke tanah, dan membantu proses dekomposisi kayu lapuk dan menjaga siklus karbon di ekosistem hutan hujan tropis.
Nilai Sosial Budaya
Cookeina speciosa dikenal di masyarakat lokal sebagai jamur pangan. Misalnya, masyarakat adat di Indonesia dan kawasan Amerika Latin mengenal jamur cup sebagai makanan hutan. Data juga mencatat pemakaian C. speciosa dalam kuliner tradisional (Zeng et al. 2023). Bentuk tubuh buah yang menyerupai cawan ceria menjadikan C. speciosa populer sebagai mainan ringan. Di Provinsi Tshopo (Kongo), anak-anak mengumpulkan sporokarp jamur ini lalu melempar-lemparkannya untuk hiburan (Kamalebo et al. 2018). Di Indonesia, suku Bunggu menggunakan C. speciosa secara turun-temurun: topi jamur diisi air untuk diminum mengobati pegal pinggang atau kelelahan, dioleskan pada tubuh, bahkan air dari cawan jamur diteteskan untuk membantu bayi tidur nyenyak dan sebagai tetes mata (Yusran et al. 2024).
Nilai Ekonomi
Tubuh buah jamur ini dapat dimakan. Di beberapa negara tropis jamur ini dikonsumsi sebagai jamur hutan dan dilaporkan sebagai pangan di Meksiko dan Indonesia. Jamur ini dapat disajikan dalam banyak cara untuk dikonsumsi, seperti digoreng, tongseng, atau dibuat sup (Putra dan Murung 2025). Ekstrak C. speciosa mengandung polisakarida (β-D-glukan) bioaktif. Penelitian menunjukkan ekstrak jamur ini memiliki aktivitas antimikroba, misalnya menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Candida albicans (Erbiwan et al. 2025).
SUMBER
Gambar utama: Muhammad Zidan Al Nabiel




Leave a Reply